Senin, 11 November 2013

5 Kebohongan Dalam Label Kosmetik

kosmetik

Wanita dan kosmetik seperti tidak pernahterpisahkan. Kebutuhan wanita akan produk make-up dengan kandungan yang lengkappun, membuat produsen kosmetik menjawab kebutuhan wanita tersebut, denganmelabelkan sebuah kosmetik.


Jika Anda melihat label 'oil-free' pada sebuahkosmetik, pasti Anda akan merasa lebih aman, terutama untuk kulit berminyak danjerawat Anda. Tapi jangan salah, pemberian label tersebut tidak memberikanjawaban untuk masalah kulit Anda. Seperti dilansir Total Beauty, inilah limakebohongan dalam label kosmetik.

1. Oil-free
Saat ini banyak perusahaan kecantikanmelabelkan hampir seluruh produk make-upnya dengan 'oil-free', bahkan untukblush on dan eyeshadow. Banyak orang memilih make-up dengan label oil-free ataubebas minyak karena mereka berpikir dengan menggunakan make-up dengan labeltersebut, maka kulit tidak akan berjerawat.

Banyak dermatologis setuju bahwa label'oil-free' dari make-up hanyalah sebuah trik marketing belaka. Faktanya, ketikaAnda memiliki produk dengan titel oil-free, Anda tetap akan menemukan minyakdalam daftar kandungannya. Perusahaan mengganti kandungan menjadi minyakbuatan, sehingga mereka bisa menyebutnya sebagai produk yang oil-free.Ironisnya, minyak buatan itulah yang malah bisa membuat kulit teriritasi.

"Kunci dalam memilih make-up adalah yangada tulisan 'noncomedogenic' (bebas komedo)atau 'nonacnegenic (bebas jerawat)pada label," saran Elizabeth Tanzi, dermatologis di Washington D.C.

Kandungan tersebut tidak membuat komedomenumpuk dan jerawat meradang. Tanzi pun mengatakan bahwa ada beberapa jenisminyak yang sebenarnya bermanfaat, seperti tea tree oil yang bisa membunuhbakteri, dan lavender oil yang berfungsi sebagai anti-inflamasi.

2. SPF Pada Produk Make-up
Banyak wanita yang ingin waktu dandannya lebihcepat sehingga memilih produk 2 in 1 seperti foundation yang sudah dilengkapidengan SPF. Sunblock yang terkandung dalam foundation tersebut tidak cukupuntuk melindungi kulit dari bahaya matahari dan radikal bebas lainnya. Meskimake-up Anda sudah mengandung SPF, tetaplah menggunakan krim sunblock yangmemiliki SPF 30 untuk kulit wajah, sebelum menggunakan foundation. Kulit wajahAnda akan benar-benar terlindungi.

3. Bahan Natural & Organik dalam Make-up
Kandungan natural dan organik saat ini menjadikacau dalam industri kecantikan, karena banyak perusahaan kecantikan yangmengaku jika produknya alami. Food and Drug Administration (FDA) mengatakan,hanya 20 persen kandungan dari bahan alami, maka bisa disebut produk tersebutnatural. Namun banyak dermatologis mempertanyakan, 80 persen kandungan lainnyatercipta dari bahan apa?

Tyler Hanson, pendiri 'Mineral Hygienics'mengatakan, untuk benar-benar mendapatkan produk make-up yang natural makapastikan ada label sertifikat dari 'USDA-certified organic'. Anda juga harustahu, tidak semua yang natural itu baik untuk kulit. Minyak lemon dan jerukmerupakan kandungan yang bisa mengiritasi kulit, meskipun kandungan tersebutalami dan organik. Untuk mencegah alergi, cobalah make-up atau krim dipergelangan tangan, sebelum mencobanya di wajah.

4. Anti-aging Pada Make-up
Label anti-aging tidak terlalu bekerja baik.Banyak produk make-up yang mengklaim dapat menghapus kerut pada kulit. Faktanyakerutan tidak dengan mudah dipudarkan. "Anda bisa mendapatkan manfaatproduk make-up dengan label anti-acne yang mengandung salicylic acid. Tapiuntuk anti-aging, tidak begitu terlalu terpengaruh. Dan sebaiknya Anda membelikrim malam yang mengandung anti-aging yang baik," saran Tanzi.

5. Fragrance-free
Meskipun berlabel 'fragrance-free' tidakmenjamin produk make-up tidak mengandung parfum. Jika Anda tidak suka aromakosmetik yang kuat, label 'fragrance free' bisa menjadi pilihan. Meskipun, Andamembeli produk dengan label tanpa wewangian karena Anda alergi atau sensitifpada parfum, namun tetap saja Anda bisa merasakan reaksinya.

"Banyak perusahaan menambahkan parfumuntuk menutupi aroma dari kandungan lain, padahal FDA tidak mengharuskanmemasukkan aroma lain dalam daftar kandungan," jelas Laura Verallo deBertotto, CEO dari VMV Hypoallergenics.

Sementara istilah hypoallergenic berartiproduk tersebut memiliki kemungkinan kecil menyebabkan reaksi alergi. Jika Andamengalami masalah dengan alergi kulit, maka selalu mencoba produk terlebihdahulu di punggung tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar