
Pasangan yang telah menikah selamabertahun-tahun biasanya sudah sangat saling mengenal dan berbagi banyak hal.Sampai-sampai, kedua pasangan saling mengetahui kebiasaan sepele masing-masing.
Namun apabila menyangkut masalah fantasi seks,beberapa orang ada yang menutup rapat-rapat agar pasangannya tidak tahu.
Banyak pakar seks yang menyarankan pasanganagar berhati-hati ketika mengungkapkan fantasi seks pribadinya kepada pasangan.Alasannya, tindakan ini seringkali menjadi bumerang.
Fantasi seks yang dimiliki juga beragam. Adayang membayangkan adegan seks dan ada yang membayangkan bercinta dengan sosokatau orang lain.
"Untuk meminimalkan kesalahpahaman,buatlah panduan sebelum mengungkapkan fantasi erotis. Pastikan pasangan salingmemahami mengenai tujuan masing-masing, apakah hanya untuk mempelajaripengalaman seksual masing-masing atau memperlihatkan aktivitas seksual yangingin dicoba?" kata Wendy Maltz, MSW, terapis seks dan penulis dari'Private Thoughts: The Power of Women's Fantasies' seperti dilansir WebMD.
Pakar lainnya lebih sepakat bahwa yang terbaikadalah tidak langsung menceritakan secara gamblang fantasi seks, namun mengetesrespons pasangan. Misalnya, bisa mengatakan kepada pasangan, 'Bagaimanamenurutmu tentang adegan di film itu?'.
Alasannya, meskipun saat kedua pasangan secarasukarela mengungkapkan fantasi seksnya, tidak ada jaminan bahwa kedua pasanganakan akan saling memahami.
"Ini adalah dasar yang rapuh untuk sebuahhubungan. Menceritakan fantasi seks benar-benar dapat menambah pengalamanseksual atau justru menghancurkan hubungan. Tindakan ini dapat membuat hubunganmenjadi tegang dan mencemaskan," kata Maltz.
Sering kali, dibutuhkan keberanian yang besaruntuk mengungkapkan fantasi seks yang tidak biasa, misalnya kecenderunganmenyakiti pasangan agar dapat orgasme.
Selanjutnya, dibutuhkan pasangan yang sangatmencintai dan setia untuk mendengarkan dan menerima fantasi yang mungkin tidakbiasa itu. Ketidakmampuan untuk menerima fantasi yang menegangkan dapatmenyebabkan keretakan hubungan.
Penelitian terbaru menyatakan bahwa berfantasiseks adalah hal yang sangat normal, bahkan sehat. Namun, banyak orang yangtidak menceritakan atau mengabaikan fantasi seksnya ini.
Akibatnya, bisa kehidupan seks mungkin akanmenjadi kurang memuaskan. Maka, beberapa ahli ada yang berpendapat bahwafantasi seks sah-sah saja diceritakan kepada pasangan.
"Pasangan akan senang melihat orang yangdicintai merasa bergairah, dan fantasi seks dapat mendukung hal itu. Jika tidakmerasa bergairah, pasangan akan dapat mengetahuinya," kata Cheryl McClary,PhD, JD, profesor kesehatan perempuan di University of North Carolina-Asheville.
McClary percaya bahwa mengungkapkan fantasierotis kepada pasangan dapat memperkuat hubungan. Namun ia juga mengakui bahwahal ini tidak selalu tepat untuk untuk semua orang.
Fantasi mengenai posisi seks atau adegan seksmungkin masih bisa diceritakan, namun jika fantasi seks melibatkan sosok oranglain, ada baiknya pasangan tidak perlu tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar